Batik Pakidulan

inspired by the exotic beauty and natural charm, bio-diversity and cultural-diversity of Geopark Ciletuh

inspired by the exotic beauty and natural charm, bio-diversity and cultural-diversity of Geopark Ciletuh.

Inspirasi Batik Pakidulan

Terinspirasi keindahan pesona alam pakidulan di Kabupaten Sukabumi‐Jawa Barat, Indonesia. Terciptalah kerajinan batik sebagai salah satu keanekaragaman budaya, yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat,di Purwasedar Kecamatan Ciracap.
Sebuah inovasi, melalui pengembangan hasil karya seni batik ramah lingkungan yaitu BATIK PAKIDULAN, merupakan Binaan CSR PT Bio Farma.
Inspirasi Batik Pakidulan
Inspirasi Batik Pakidulan

Motif Khas

motif-khas
Aliyudin Firdaus, Seniman dan pencipta Batik Pakidulan mendapat inspirasi dari eksotisme pesona alam, filosofi kehidupan masyarakat pakidulan, serta keanekaragaman budaya dan hayati di kawasan Geopark Ciletuh.
Saat ini sebanyak lebih dari 20 pengrajin batik pakidulan terlibat dalam pembuatan batik, sehingga tercipta lapangan kerja baru untuk keberlanjutan kehidupan masyarakat pakidulan.
motif-khas2
Batik Pakidulan memiliki 3 motif khas dan andalan:
1. Motif Curug atau air terjun,
2. Motif Panenjoan yaitu ekspresi artistik pemandangan dataran tinggi di Panenjoan Sukabumi, yang terdiri dari awan putih, rimbunan pepohonan yang hijau, rumah penduduk dan hamparan sawah,
3. MotJampang purba yang berusia lebih dari 65 juta tahun di kawasan Geopark Ciletuhif Hujungan ekspresi pemandangan batuan geologi.

Batik Ramah Lingkungan

Pembuatan batik pakidulan menggunakan green process, dengan bahan dan pewarna batik alami menggunakan Nano Teknologi yaitu pewarnaan batik ramah lingkungan. Pewarnaan Batik merupakan formulasi dari akar dan pohon‐pohon alami seperti daun pandan,daun jati, daun ubi, kulit pohon mahoni, kunyit, pohon lainnya.
Proses produksi Batik Pakidulan menerapkan pengelolaan limbah dari produksi batik untuk mengurangi dampak lingkungan. Hasil karya seni batik pakidulan telah terdaftar Hak Cipta dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual untuk menjamin kualitas, keaslian serta kekhasan karya Batik Pakidulan.
batik-ramah-lingkungan2
batik-ramah-lingkungan

Warisan Budaya Batik

Bio Farma berperan aktif dalam mempromosikan batik pakidulan dalam berbagai event nasional dan internasional.
Dalam mempertahankan warisan budaya batik, sudah saatnya untuk menanamkan kecintaan seni batik kepada generasi muda, secara turun temurun, seperti yang dilakukan oleh Abah Hikmat, Pendiri Batik Pakidulan dan Sesepuh Desa Purwasedar Kecamatan Ciracap.
Batik Pakidulan diharapkan turut serta mewarnai dan melengkapi koleksi batik Indonesia, khususnya Batik Sukabumi untuk diperkenalkan sebagai warisan budaya Indonesia kepada dunia.
warisan-budaya-batikbatik
13-produk-terdaftar-hak-cipta

13 Produk Terdaftar Hak Cipta

  1. Beulah Kopi
  2. Centreng
  3. Manuk Ngupuk
  4. Mutiara Laut Kidul
  5. Rereng Cimarinjung
  6. Engkang Engkang
  7. Penyu Midang
  8. Rereng Bintang Laut
  9. Tapak Liman
  10. Tegal Sabuk
  11. Karang Bolong
  12. Waffle
  13. Lauk Pari

Beulah Kopi

Nama Motif : Beulah Kopi
Tahun Pembuatan : 22 Agustus 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Beulah Kopi #Ali 01_0714
Keterangan : Kopi menjadi elemen penting di masyarakat Pakidulan, Segelas kopi hangat selalu menjadi sajian utama dikala masyarakat Pakidulan berkumpul. Lebih dari sekedar menikmati masyarakat pakidulan menjalin kedekatan melalui kopi sejak dari proses membelah, menjemur biji kopi untuk kemudian dihidangkan dan dinikmati bersama dalam suasana kekeluargaan

Centreng

Nama Motif : Centreng
Tahun Pembuatan : 22 Agustus 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Centreng #Ali 01_0714
Keterangan : Centreng menggambarkan suatu daerah dataran tinggi di Panenjoan Sukabumi Jawa Barat yang mana jika berdiri di daerah tersebut kebawah akan terlihat awan putih, rimbunan pepohonan yang hijau, rumah penduduk dan hamparan sawah.

Manuk Ngupuk

Nama Motif : Manuk Ngupuk
Tahun Pembuatan : 22 Agustus 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Manuk Ngupuk #Ali 01_0714
Keterangan : Manuk Ngupuk atau disebut juga Manuk Sapu motifnya menggambarkan seekor burung jantan yang pada saat musim kawin untuk menarik perhatian burung betina ekornya digibas‐gibaskan ke tanah.

Mutiara Laut Kidul

Nama Motif : Mutiara Laut Kidul
Tahun Pembuatan : 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Mutiara Laut Kidul #Ali 01_0714
Keterangan : Mutiara Laut Kidul menggambarkan sebuah
kerang atau disebut juga oleh penduduk setempat kima
merupakan kerang yang didalamnya dapat menghasilkan
mutiara, yang berasal dari pantai selatan Sukabumi, Jawa Barat.

Rereng Cimarinjung

Nama Motif : Rereng Cimarinjung
Tahun Pembuatan : 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Rereng Cimarinjung #Ali 01_0714
Keterangan : Rereng atau disebut juga tebing merupakan
daerah tebing yang berada di daerah air terjun Cimarinjung
yang terletak di Kampung Cimarinjung, Sukabumi, Jawa Barat
yang motifnya menggambarkan tebing, air terjun dan
keindahan alam yang berada disekitarnya.

Engkang – engkang

Nama Motif : Engkang‐engkang
Tahun Pembuatan : 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Engkang‐engkang #Ali 01_0714
Keterangan : Motif batik engkang‐engkang menggambarkan
suatu binatang yang bisa berjalan di atas air sungai

Penyu Midang

Nama Motif : Penyu Midang
Tahun Pembuatan : 22 Agustus 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Penyu Midang #Ali 01_0714
Keterangan : Penyu atau masyarakat di sekitar Pantai
Pengumbahan Sukabumi, Jawa Barat, menyebutnya Midang
merupakan sebuah motif batik yang menggambarkan induk
penyu yang datang kedaratan bibir pantai untuk bertelur

Rereng Bintang Laut

Nama Motif : Rereng Bintang Laut
Tahun Pembuatan : 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Rereng Bintang Laut #Ali 01_0714
Keterangan : Motif Rereng Bintang Laut menggambarkan daerah laut dipantai selatan Sukabumi, Jawa Barat yang karangnya sangat dalam dan kondisi karangnya sangat curam dan dibawah karang tersebut banyak terdapat bintang laut

Tapak Liman

Nama Motif : Tapak Liman
Tahun Pembuatan : 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Tapak Liman #Ali 01_0714
Keterangan : Tapak Liman merupakan kepiting yang mana diatas punggung kepiting tersebut berdasarkan cerita zaman dahulu terdapat tanda bekas pijakan kerbau. Ceritanya kepiting menuntun kerbau karena kepiting sewaktu menyebrang sungai jalannya telat, maka kepiting tersebut punggungnya terinjak oleh kerbau

Tegal Sabuk

Nama Motif : Tegal Sabuk
Tahun Pembuatan : 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Tegal Sabuk #Ali 01_0714
Keterangan : Tegal Sabuk merupakan tempat bersejarah di daerah Sukabumi, Jawa Barat yang dahulunya banyak ditinggali hewan banteng dan motif batik dari Tegal Sabuk ini menggambarkan kepala dan tanduk banteng

Waffle

Nama Motif : Waffle
Tahun Pembuatan : 22 Agustus 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia 
No.HKI : Waffle #Ali 01_0714
Keterangan : waffle menggambarkan kue waffle yang dibuat oleh masyarakat Surade Sukabumi, Jawa Barat untuk acara arak‐arakan pesta.

Karang Bolong

Nama Motif : Karang Bolong
Tahun Pembuatan : 22 Agustus 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Karang Bolong #Ali 01_0714
Keterangan : Karang Bolong merupakan daerah bersejarah yangberada di pantai cicaladi Sukabumi, Jawa Barat, yang motifnya menggambarkan karang besar yang berbentuk bolong yang berada pada pantai tersebut.

Lauk Pari

Nama Motif : Lauk Pari
Tahun Pembuatan : 22 Agustus 2014
Pencipta : Aliyudin Firdaus
Daerah Pembuatan : Sukabumi, Jawa Barat, indonesia
No.HKI : Lauk Pari #Ali 01_0714
Keterangan : Lauk Pari atau disebut juga ikan pari menggambarkan kulit ikan pari yang mana pada bagian ekornya dahulu di masyarakat Surade Sukabumi Jawa Barat dijadikan sebagai alat untuk menghaluskan kayu

Testimoni

Saya sangat mendukung peresmian batik pakidulan sebagai salah satu keanekaragaman budaya dikawasan Geopark Ciletuh yang berdampak pada pemberdayaan ekonomi rakyat sekitar.
Terima kasih dan apresiasi saya pada Bio Farma yang sudah peduli untuk mengembangkan potensi seni budaya dan kekayaan alam di wilayah Jawa Barat khususnya Geopark Ciletuh.
Banyak sekali potensi potensi di jawa barat ini yang indah bagus dan unik dan perlu dikembangkan, dan ini jika dikembangkan akan membuat daerah tersebut maju dan berkembang.
Saya ucapkan selamat dan terima kasih kepada PT Bio Farma untuk terus dapat mendorong pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat di Jawa Barat

Batik Pakidulan

bg16

Fashion Show

bg17