Belajar dari Gunung Batur UNESCO Global Geopark

Belajar dari Gunung Batur UNESCO Global Geopark

Belajar dari Gunung Batur Unesco Global Geopark

Tim dari Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu melaksanakan kunjungan kerja ke kawasan Gunung Batur UNESCO Global Geopark di Pulau Bali dengan maksud untuk mempelajari aspek-aspek pengelolaan dan pariwisata di kawasan tersebut. Tim mendapat sambutan langsung dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang dilanjutkan dengan acara sharing seputar Gunung Batur UNESCO Global Geopark. Pada kesempatan yang sama pula, Tim dari Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu, yang diwakili Prof. Deny Juanda P, DEA., selaku ketua harian Badan Pengelola, memaparkan kondisi perkembangan pembangunan Geopark Nasional Ciletuh Palabuhanratu.

Belajar dari Gunung Batur Unesco Global GeoparkGeopark Gunung Batur, atau Batur UNESCO Global Geopark adalah Geopark pertama di Indonesia yang diakui secara internasional oleh UNESCO. Kawasan Geopark ini terletak di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Batur UNESCO Global Geopark mengangkat tema gunungapi aktif serta keberagaman budaya dan hayati yang berkembang di dalamnya. Geopark ini telah ditetapkan statusnya oleh UNESCO sebagai anggota UGG pada tahun 2012. Lalu, pada tahun 2016, telah di revalidasi statusnya. UNESCO sendiri akan melakukan revalidasi selama 4 tahun sekali.

Berdasarkan pemaparan Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Batur UNESCO Global Geopark memiliki beberapa geosite, yang memuat ketiga unsur keberagaman. Dari aspek geodiveristy, Geopark ini memiliki bentang alam khas vulkanik berupa caldera, sumbat lava, gua lava, dan endapan vulkanik lainnya, hasil aktivitas gunungapi di masa lampau. Beberapa aktivitas tersebut tercatat oleh sejarah. Dari aspek kebudayaan, terdapat Desa Trunyan yang merupakan desa budaya tradisional Bali atau Bali asli. Keunikan budaya di desa ini adalah cara pemakaman jenazah yang tidak dikubur, namun dibiarkan begitu saja. Dari aspek biodiversity, kawasan ini meliputi 70% wilayah BBKSDA dan Kehutanan yang memiliki beragam spesies flora dan fauna.

Belajar dari Gunung Batur Unesco Global GeoparkManajemen Batur UNESCO Global Geopark merupakan gabungan/kerjasama dari Dinas-dinas di Kabupaten Bangli, BBKSDA, Dinas Kehutanan dan Badan Geologi. Kerjasama dilaksakan berdasarkan MoU yang disusun bersama. Belum ada Badan Pengelola khusus untuk Geopark ini. Segala bentuk kegiatan masih dikelola oleh manjemen gabungan diatas.

Pemda Bangli sedang menyiapkan badan pengelola yang disebut sebagai Destination Management Organization (DMO). Geopark ini belum memiliki SOP. Namun, pelaksanaannya didasarkan kepada Perda dan MoU yang berlaku antar instansi/lembaga. Untuk mengelola geosite, manajemen Geopark membentuk Local Work Group (LWG) yang berada di masing-masing desa (15 desa, 15 LWG) yang bertanggung jawab atas geosite di wilayahnya.

Untuk Pulau Bali, pariwisata merupakan sektor utama pendapatan daerah. Pengembangannya dapat dirasakan dari mempersiapkan fasilitas fisik (jalan, sarana, prasarana) dan yang terpenting adalah mental masyarakat. Investor juga memegang peranan penting untuk pengembangan restoran, hotel dan wisata lainnya. Sebagian besar kawasan wisata juga menerapkan CBT (Community Based Tourism), yang dalam hal ini masyarakat lokal dilibatkan secara aktif dalam pengembangan pariwisata.

Belajar dari Gunung Batur Unesco Global GeoparkPemandu wisata merupakan mata pencaharian yang banyak digeluti oleh masyarakat Provinsi Bali. Peraturan daerah menetapkan bahwa pemandu wisata haruslah warga masyarakat asli Provinsi Bali, jika tidak, maka pemandu wisata bersangkutan akan dikenakan denda dengan jumlah yang besar.  Adalah Bapak Agung, salah satu pemandu wisata yang memandu Tim Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu yang menceritakan pengalamannya menjadi pemandu wisata di Pulau Bali. Menurut Bapak Agung, kemampuan bahasa asing terutama bahasa Inggris merupakan modal penting bagi para tour guide. Hal ini telah dipersiapkan oleh pemerintah sejak lama. Selain Bahasa Inggris, Bahasa Jepang dan Mandarin juga mulai dipelajari oleh para pemandu wisata, mengingat banyaknya pengunjung dari kedua negara tersebut.

Geopark Ciletuh-Palabuhanratu dapat belajar dari sistem koordinasi Pemda Kabupaten Bangli dan stake holder lainnya dalam menyukseskan Batur UGG, sehingga bisa diterapkan untuk Badan Pengelola Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu dalam menyukseskan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sebagai anggota UGG di Tahun 2017.

Oleh : Rinaldi Ikhram