Dukung Jadi Geopark Global, Universitas Padjadjaran Berkontribusi dalam Kunjungan Tim Asesor UNESCO di Ciletuh-Palabuhanratu

Dukung Jadi Geopark Global, Universitas Padjadjaran Berkontribusi dalam Kunjungan Tim Asesor UNESCO di Ciletuh-Palabuhanratu

Kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu (GNCP) telah dilaksanakan visitasi oleh pihak UNESCO Global Geopark (UGG) pada 1 – 4 Agustus lalu. Visitasi ini akan menjadi penentuan penilaian kawasan Ciletuh-Palabuhanratu sebagai Geopark kelas dunia versi UNESCO. Pengakuan kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sebagai Geopark kelas dunia merupakan upaya yang terus digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam perwujudannya, Pemprov Jabar menggandeng sejumlah pihak, antara lain Universitas Padjadjaran, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, PT. Biofarma, Tbk. dan stake holder lainnya.

Kontribusi Universitas Padjadjaran dalam mengembangkan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi Geopark Global versi UNESCO didorong semakin kuat. Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad mendorong seluruh bidang keilmuan di Universitas Padjadjaran ikut melakukan riset di sana. Kontribusi ini menjadi nilai tambah dibanding rencana pengusulan geopark lainnya di Indonesia, dimana Universitas Padjadjaran menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang nyata terlibat dalam pengusulan geopark di Indonesia.

Pasca ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional, Universitas Padjadjaran terus mendorong peningkatan aktivitas riset di Ciletuh. UNESCO juga mengunjungi gedung Bumi Walagri Padjadjaran yang juga menjadi lokasi Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Universitas Padjadjaran di Surade, Ujung Genteng, pada 3 Agutus. Di lokasi tersebut, tim Puslit Geopark yang diketuai Prof. Mega juga memamerkan beberapa aktivitas dan hasil riset akademisi Universitas Padjadjaran yang sudah dilakukan di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu.

Oleh: Ilham Mochammad Saputra