Festival Bebegig “EUNTEUNG KARUHUN”

Festival Bebegig “EUNTEUNG KARUHUN”

Kecamatan Waluran  merupakan daerah yang termasuk kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu setelah adanya perluasan kawasan. Masuknya Waluran dalam kawasan geopark adalah karena daerah ini memiliki potensi alam geologi yang bernilai ilmiah dan budaya lokal yang unik.

Sadar akan potensinya, masyarakat Waluran menyelenggarakan Festival Bebegig sebagai acara budaya sekaligus memperkenalkan potensi Waluran kepada masyarakat luar. Acara ini diselenggarakan selama 2 hari yakni Sabtu dan Minggu, 13-14 Mei 2017 dan berlokasi di lapangan bola Desa Waluran.

Bapak Cahya, selaku  ketua penyelenggara, dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan acara tersebut adalah sama seperti fungsi bebegig di tengah sawah, yaitu untuk mengusir hama. Festival Bebegig yang perdana digelar ini, mengusung tema “Enteung Karuhun” yang memiliki makna mendalam terkait dengan pola kehidupan turun temurun masyarakat Kecamatan Waluran. Dalam momen menyambut bulan suci Ramadhan, beliau berharap dengan silaturahmi antar warga di festival bebegig ini hama-hama dari sifat manusia yang kotor dapat dibersihkan menjelang bulan suci Ramadhan. Festival ini pun untuk memperkenalkan daerah Kecamatan Waluran sebagai destinasi wisata selain Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.

Kepala Desa Waluran, Dudi Rusdiaman menyampaikan, Festival Bebegig merupakan wujud perhatian kepala desa dalam memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat. Sebab, tidak sedikit sebagian warga melupakan budaya lokal yang sejak lama dilestarikan para leluhur.

Acara ini dihadiri oleh banyak sekali dari segenap lapisan masyarakat. Sekolah-sekolah di daerah Waluran juga ikut serta dalam festifal ini. Kumpulan bebegig yang dipamerkan merupakan hasil sumbang karya dari masing-masing sekolah. Kemeriahan mulai nampak setelah acara dibuka dengan parade bebegig dan arak-arakan.

Selain bebegig, panitia juga menghadirkan beragam seni budaya seperti Kolecer, gondang, dan tari-tarian  tradisional. Acara juga dimeriahkan dengan stand-stand kuliner, kerajinan tangan dan kaulinan barudak. Bapak Cahya dalam hal ini mengatakan  bahwa selain pertunjukan seni, produk-produk buatan masyarakat juga diberikan tempat disini, selain untuk promosi juga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, tambahnya.

Oleh: Rinaldi Ikhram