Kawasan Budidaya

Kebun Buah Naga FOTO: RON AGUSTA

Kebun Buah Naga FOTO: RON AGUSTA

Budidaya Hayati di kawasan Geoarea Ciletuh, memiliki potensi yang cukup besar untuk pertumbuhan perekonomian masyarakat. Area budidaya berada di luar kawasan konservasi BKSDA. Aneka keragaman hayati yang dikembangkan oleh masyarakat di sekitar kawasan dibedakan atas kelompok: Tanaman Pangan; Hortikultura; Perkebunan dan Biofarmaka. Tanaman pangan berupa sawah dan ladang aneka jenis padi yang berwarna putih, merah dan hitam. Kawasan tanaman pangan berupa sawah dan ladang cukup luas tersebar di desa-desa diKecamatan Ciemas dan Ciracap.
Kebun Buah Naga FOTO: RON AGUSTA
Kebun Buah Naga FOTO: RON AGUSTA
Tanaman hortikultura sudah cukup dikenal di kawasan Kecamatan Ciemas dan Ciracap berupa aneka buah-buahan dan sayuran, seperti mangga, semangka, durian, buah naga, pisang, pepaya,bawang merah, dan lainnya Sedangkan tanaman perkebunan berupa teh, kelapa, sawit, cengkeh, karet, kayu jati, jabon, dan sengon. bawang merah, dan lainnya Sedangkan tanaman perkebunan berupa teh, kelapa, sawit, cengkeh, karet, kayu jati, jabon, dan sengon. Area perkebunan yang sudah ada seperti perkebunan teh Bojongasih, perkebunan kelapa, kelapa sawit, cengkeh, dan karet yang terdapat di beberapa desa di Kecamatan Ciemas dan Ciracap. Tanaman biofarmaka berupa tanaman untuk bahan baku obat-obatan seperti serehwangi, kunyit, jahe, cengkeh dan lainnya. Budidaya untuk fauna juga dikembangkan dengan baik di dalam geopark, baik yang dikelola secara perorangan oleh masyarakat, kelompok peternak atau petani, maupun secara profesional oleh pihak swasta. Budidaya ternak sapi dan kambing, ikan dan ayam juga banyak di lakukan oleh masyarakat di sekitar kawasan geopark. Budidaya udang dalam bentuk tambak yang terdapat di Desa Mandrajaya, Ujunggenteng dan Pangumbahan telah dikelola secara profesional oleh pihak swasta dengan mempekerjakan masyarakat lokal. Saat ini juga sedang dikembangkan budidaya sidat oleh komunitas masyarakat di Desa Mandrajaya.