Kawasan Konservasi

Huma FOTO: RON AGUSTA

Huma FOTO: RON AGUSTA

Konservasi keragaman hayati adalah upaya menyelamatkan kehidupan di bumi dalam segala bentuk dan menjaga eksositem supaya berfungsi secara alami dan sehat. Keberadaan kawasan konservasi dalam sebuah geopark adalah hal yang paling utama. Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu memiliki kawasan konservasi untuk perlindungan hayati dalam ekosistim yang alami berupa hutan primer dan hutan sekunder yaitu: Cagar Alam Cibanteng, Tangkubanparahu, Sukawayana; Suaka Margasatwa Cikepuh; dan Taman Wisata Alam Sukawayana, dikelola Balai Konservasi Sumberaya Alam (BKSDA) ; dan Konservasi Penyu Hijau dikelola Dinas Perikanan dan Kelautan.
Suaka Margasatwa Cikepuh dan Cagar Alam Cibanteng berfunsi sebagai area perlindungan untuk satwa liar yang dilindungi yaitu penyu(CheloniaMydas dan CheloniaImbricata), Banteng (Bosjavanicus), menjangan (MuntiacusMuntjak),dan. Selain itu juga di jumpai hewan lainnya seperti Macan tutul, Raptor (elang laut, elang ularbido, dan elang brontok), Surili, Julang emas dan Rangkong badak, Owa Jawa, Lutung Jawa, Kera ekor panjang; Babi hutan, Musang, Tupai, Biawak, Ular, Ayam hutan, dan aneka jenis burung. Selain itu juga berupa potensi berbagai macam ikan di perarian Teluk Ciletuh.
Kawasan Konservasi FOTO: WINANTRIS

Kawasan Konservasi FOTO: WINANTRIS

Kawasan konservasi ini memiliki keragaman tanaman langka dan endemik seperti berbagai macam jenis Bambu, Laban, Malaka, Jeunti, Kepuh, Santigi, Waru, Sonokeling, aneka macam mangrove yang tumbuh di kawasan pesisir pantai. Raflesia Padma tumbuh di sekitar Curug Puncakmanik, Gunung Cupu, dan Cipeucang. Selain itu keragaman terumbu karang juga terdapat di  bawah laut Ciletuh.

Bambu untuk bagang FOTO: RON AGUSTA

Bambu untuk bagang FOTO: RON AGUSTA