Kerajinan Tangan dan Makanan Tradisional

Kerajinan Tangan dan Makanan Tradisional

Kampung batik FOTO: MEGA FATIMAH ROSANA

Kampung batik FOTO: MEGA FATIMAH ROSANA

Kerajinan rakyat produk masyarakat kawasan Ciletuh antara lain dalam bentuk anyaman bambu, seperti kipas, keranjang, nampan, wayang golék, gerabah, seruling, dan batik pakidulan. Kerajinan membatik dikenalkan dan diajarkan kepada masyarakat sebagai budaya baru di Geoarea Ciletuh. Masyarakat pengrajin yang berada di kampung batik desa Purwasedar membuat motifmotif batik terinspirasi dari situs geologi dan keindahan alam di Geoarea Ciletuh.Tehnologi pewarnaan batik menggunakan bahan ramah lingkungan dengan bahan pewarna dari tumbuhan yang dikembangkan dengan teknologi nanoyang dikembangkan Biofarma. Motif batik ini kemudian dikenal sebagai “Batik Pakidulan”.

Kampung batik FOTO: MEGA FATIMAH ROSANA
Kampung batik FOTO: MEGA FATIMAH ROSANA
Batik Pakidulan FOTO: MEGA FATIMAH ROSANA
Batik Pakidulan FOTO: MEGA FATIMAH ROSANA

Makanan tradisional di kawasan geopark, umumnya berupa makanan ringan dengan bahan dasar beras ketan, singkong, kelapa, gula merah, hanjeli, ikan, dan tanaman terubuk, serta buahbuahan seperti pisang, pepaya dan mangga. Makanan tersebut berupa: ranginang, peuyeum ketan, peuyeum hanyeli, opak kemung, lelontong, kue ali, kiripik pisang, pindang cue, abon ikan, ikan asin, nasi liwet, garehcol, dan lain sebagianya.