Kunjungan Tim Asesor UNESCO ke Pulau Kunti

Kunjungan Tim Asesor UNESCO ke Pulau Kunti

Pulau Kunti merupakan lokasi objek geologi yang sangat penting di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Bisa dibilang, Pulau Kunti merupakan jantung dari geopark karena dari sinilah tema geologi bukti subduksi atau pertemuan dua lempeng pada 60 juta tahun yang lalu dapat ditemukan. Maka dari itu, tim Badan Pengelola Geopark Ciletuh-Palabuhanratu merasa sangatlah perlu untuk mengantarkan Tim Assessor UNESCO Global Geopark (UGG) meninjau lokasi ini. Selain itu, kesiapan dari geosite Pulau Kunti dalam hal pengelolaan dan infrastruktur yang ada di geosite ini juga perlu untuk mereka tinjau.

 

Perjalanan ke Pulau Kunti dilaksanakan dengan menggunakan kapal laut dari dermaga di Pasar Ikan Palabuhanratu selama kurang lebih satu jam. Di perjalanan Tim Assessor diperlihatkan pemandangan geomorfologi Plato Jampang dari laut. Hal penting lain diinformasikan disana adalah pembangunan jalan baru dari Pantai Loji ke Palangpang yang memotong perbukitan Plato Jampang.

 

Di Pulau Kunti, Tim Assessor didampini oleh geolog lokal, guide lokal komunitas PAPSI, dan koordinator petugas konservasi hutan Cagar Alam Cibanteng. Dari sisi geologi, salah satu assessor, Alex dari Rumania, memandang Pulau Kunti sangat unik, terutama pada kehadiran breksi polimik dengan aneka macam jenis batuan. Dari sisi budaya, dijelaskan mengenai cerita seram yang berkembang di masyarakat yang memiliki fungsi sebagai upaya konservasi. Terkesan dengan penjelasan yang disampaikan oleh guide lokal, Alex lalu memberikan boneka bernama Andy Andesite sebagai cinderamata dari geopark dimana ia berasal. Dari sisi konservasi, dijelaskan tentang status lokasi geosite yang berada di kawasan Cagar Alam Cibanteng, dimana kawasan ini sangat terbatas bagi pengunjung dan perlu adanya ijin khusus.

Setelah penjelasan mengenai geosite, tim assessor juga meninjau papan informasi yang sudah tersedia di lokasi sebagai fasilitas edukasi pengunjung geopark. Lalu, berfoto dengan para pengurus geosite kemudian melanjutkan diri menuju geosite berikutnya.

Oleh: Rinaldi Ikhram