Memperkenalkan Ciletuh-Palabuhanratu di Belitung

Memperkenalkan Ciletuh-Palabuhanratu di Belitung

Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc, Ph.D

Belitung, pulau yang melejit namanya lewat film “laskar pelangi” ini mengadakan festival bertema geopark. Acara yang berlangsung selama 9 – 11 Desember 2016 diisi dengan berbagai macam kegiatan yang berkaitan dengan geopark. Geopark pada prinsipnya adalah konsep pemanfaatan berkesinambungan atas  geodiversity, biodiversity, dan culturaldiversity. Berdasarkan latar belakang di atas, untuk meluaskan jejaring kerja geopark nasional, serta menyiapkan Pulau Belitung sebagai geopark nasional dan nantinya menuju Unesco Global Geopark (Belitong Island UGG) di 2019 atau 2020. Geopark adalah konsep manajemen pengembangan kawasan yang memberikan pengaruh penting berskala regional terhadap konservasi, edukasi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Memperkenalkan Ciletuh-Palabuhanratu di BelitungFestival Geopark Belitong juga menghadirkan Assesor UGG dari Langkawi Geopark, Profesor Mohammad Shafeea Leman, pejabat Kementerian ESDM, Deputi Kemenpar, pemerhati geopark nasional, pelaku wisata, hingga home industry. Ketua Tim Geopark Belitong Island, Dyah Erowati mengatakan dua hal penting yang harus diperhatikan dalam usul Geopark Belitong, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) dan Manajemen atau kelembagaan pengelolaannya. Jika tidak, status geopark akan sulit diraih Belitong.

Memperkenalkan Ciletuh-Palabuhanratu di Belitung“Kalau konsepnya bagus, SDM-nya tidak mau komitmen, ya susah dapatnya,” kata dia di sela Seminar Nasional Beliong Geopark, di Ruang Satu Hati Bangun Negeri, Kantor Bupati Belitung, Jumat (9/12/2016) Seminar Nasional Geopark Belitong, ujar dia, masih bersifat umum.

Sebagai bagian dari festival, Yayasan Alumni ITB ‘81 pun bekerjasama Pemerintah Daerah terkait, dan berbagai pemangku kepentingan dengan didukung oleh Pemerintah Pusat menggagas penyelenggaraan seminar nasional tentang geopark yang diberi judul “Seminar Nasional Geopark Pulau Belitung”, dengan  tema “Geopark untuk Pariwisata”. Maksud dari seminar ini adalah meningkatan kunjungan wisata dan pengembangan destinasi wisata baru, green tourism, dan kinerja kepariwisataan terkait melalui pengukuhan geopark dan penggalangan kekuatan dan sinergi saling menguntungkan dari berbagai mitra, antara lain Pemerintah, Akademisi, Dunia Usaha, Komunitas, Media, dan lainnya  Sedangkan tujuan seminar adalah memperoleh strategi dan perluasan jejaring  kerja geopark untuk menambah jumlah geopark nasional dan geopark global (UGG: UNESCO Global Geoparks) di Indonesia yang berhasil melaksanakan fungsinya sebagai sarana konservasi, pendidikan, dan penumbuh ekonomi lokal  yang berbasis geowisata.

Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc, Ph.DDalam kesempatan ini Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc, Ph.D  selaku kepala Pusat Penelitian Geopark dan Kebencanaan Geologi UNPAD, juga memaparkan dengan rinci mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh calon geopark dan aspek-aspek penting yang harus diperhatikan dalam pembangunan geopark, dengaan mengambil contoh persiapan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu.

Oleh: Ilham Mochammad Saputra dan Rinaldi Ikhram