Menuju UNESCO GLOBAL GEOPARK

Menuju UNESCO GLOBAL GEOPARK

Curug Nangsi FOTO: RON AGUSTA

Curug Nangsi FOTO: RON AGUSTA

UNESCO Global Geopark - Curug Nangsi FOTO: RON AGUSTA

Curug Nangsi FOTO: RON AGUSTA

UNESCO Global Geopark adalah satu kesatuan kawasan geografis yang memiliki situs geologi dan bentangalam yang bernilai penting secara internasional dan dikelola dengan konsep yang holistik antara perlindungan, edukasi dan pembangunan berkelanjutan.

UNESCO bergerak di bidang geopark dimulai sejak tahun 2001. Kemudian pada tahun 2004, sebanyak 17 geopark di Eropa dan 8 geopark di China bersama-sama dengan UNESCO membentuk jejaring yang disebut Global Geopark Network (GGN), di mana setiap geopark mendapatkan manfaat dan kontribusi dari keanggotaan dalam jaringan global tersebut melalui program pertukaran dan kerjasama.

Pada tanggal 17 November 2015, sebanyak 195 negara anggota UNESCO melakukan ratifikasi dengan menciptakan label baru dengan nama UNESCO Global Geopark (UGG) pada acara General Konferensi UNESCO ke 38. Hal ini mengekspresikan adanya pengakuan resmi dari pemerintah akan pentingnya pengelolaan yang holistik dari situs warisan geologi dan lanskap yang berskala internasional.

Lava bantal di Waluran FOTO: RON AGUSTA

Lava bantal di Waluran FOTO: RON AGUSTA

UNESCO mendukung upaya negara-negara anggotanya untuk mendirikan Global Geopark di seluruh dunia, dalam kerangka kerjasama dengan Global Geopark Network. Saat ini ada 120 anggota UNESCO Global Geopark yang tersebar di 33 negara, dua di antaranya terdapat di Indonesia, yaitu UNESCO Global Geopark Batur dan Gunung Sewu.

UNESCO Global Geopark - Gua Monyet FOTO: RON AGUSTA

Gua Monyet FOTO: RON AGUSTA