PASUTRI ASAL GEOPARK CILETUH-PALABUHANRATU, LIMBAH JADI RUPIAH.

PASUTRI ASAL GEOPARK CILETUH-PALABUHANRATU, LIMBAH JADI RUPIAH.

SUKABUMI – Apapun ditangan orang-orang kreatif bisa disulap menjadi barang-barang yang cantik dan memiliki nilai jual. Limbah pun dapat dimanfaatkan menjadi barang bernilai ekonomis. Seperti pasangan suami istri asal Kampung Cijengkol, Desa Caringin Nunggal, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi.

Sulaeman (51 tahun) dan Yuningsih (47 tahun) sudah tujuh bulan merintis usaha kreatifitasnya. Mereka memanfaatkan barang-barang bekas atau sudah yang sudah menjadi limbah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi.  Dalam menjalankan usaha ekonomi kreatifnya, Yuningsih yang ditemui pada acara Festival Seni Budaya Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu di SatRadar 210, Kecamatan Surade ini memaparkan bahwa mereka berbagi tugas. Sulaeman mengkreasikan limbah dari batok kelapa untuk dibuat menjadi sejumlah kerajinan tangan seperti teko, cangkir, vas bunga dan miniatur alat tradisional dari kayu atau akar-akaran.

Sementara Yuningsih menjalankan tugas untuk mengolah limbah seperti botol plastik, bekas koran, kain perca dan lainnya untuk dibuat menjadi asesoris. Mereka tergabung dalam komunitas Palapah, darisana mereka mendapatkan informasi dan motivasi untuk menjalankan usaha kreatif ini.

Setiap hasil kerajinan yang dijual berkisar pada harga 15 ribu sampai 400 ribu, sesuai tingkat kesulitannya masing-masing. Kerajinan milik pasutri ini sudah sering diikutkan dalam pameran industri kreatif yang berimbas pada meluasnya jaringan pembeli dari waktu ke waktu.

oleh: Ilham Mochammad Saputra