Pembangunan ”Geopark Ciletuh”

Pembangunan ”Geopark Ciletuh”

Blok Gunung Beas, Kawasan Ciletuh, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, terteltak pada 106° 23′ 38.9” – 106° 25′ 27.6″BT dan 7° 14′ 27.6” – 7° 12′ 46.2″ LS. Kawasan ini memiliki keunikan geologi yaitu tersingkapnya batuan ofiolit dan metamorf berumur pra- Tersier. Penelitian ini dimaksudkan untuk inventarisasi data kekayaan geologi dalam rangka persiapan pembangunan ”Geopark Ciletuh”.

Penelitian yang dilakukan mencakup studi literatur, pemetaan geologi, analisis petrologi dan petrografi, dan analisis geokimia. Kemudian, seluruh analisis tersebut dikombinasikan sebagai landasan interpretasi lingkungan tektonik pembentukan batuan. Berdasarkan analisis geomorfologi dan struktur geologi diketuhi bahwa daerah penelitian telah mengalami struktur geologi yang kompleks dan terjadi dalam beberapa periode tektonik. Stratigrafi daerah penelitian terususun atas batuan pra-Tersier yang ditindih secara tidak selaras oleh batuan sedimen Tersier. Batuan Ofiolit terdiri atas peridotit terserpentinisasi, gabro, dan gabro teramfibolit. Batuan metamorf terdiri atas sekis hijau, filit dan kuarsit. Peridotit terserpentinisasi menunjukan kondisi hidrasi, dalam hal ini mineral olivin dan piroksen berubah menjadi mineral serpentin pada suhu dan tekanan yang lebih rendah dan dipengaruhi oleh air. Adanya mineral epidot, klorit, dan kalsit pada amfibolit menunjukan terjadinya proses retrograde metamorfism. Urat-urat kuarsa dan kalsit pada beberapa sample menunjukan adanya alterasi hidrothermal setelah batuan tersebut terbentuk.

Lingkungan tektonik genesa ofiolit diinterpretasikan terbentuk pada SupraSubduction Zone (SSZ) atau Island Arc, sedangkan batuan metamorf terbentuk akibat metamorfisme regional pada saat orogenesa. Retrograde metamorfism mengindikasikan adanya proses pengangkatan atau akresi akibat aktivitas tektonik.

Kata Kunci: Gunung Beas, Ciletuh, Petrologi, Batuan Ofiolit, Batuan Metamorf