Penyusunan Buku Geopark Ciletuh-Palabuhanratu

Penyusunan Buku Geopark Ciletuh-Palabuhanratu

Sudah hampir satu tahun Geopark Nasional Ciletuh diperluas kawasannya dari 2 kecamatan menjadi 8 kecamatan dan berubah nama menjadi Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu. Dalam kurun waktu tersebut, banyak sekali perubahan dan perkembangan yang terjadi di dalam kawasan.

 

Perubahan yang dapat dilihat secara signifikan adalah akses jalan antara Waluran hingga Ciwaru yang saat ini sudah mulus. Lalu, dari segi infrasruktur, dapat ditemukan fasilitas toilet dan penjunjang wisata lainnya di beberapa geosite. Selain itu, perkembangan data keberagaman geologi, biologi dan budaya juga sangat signifikan. Hampir setiap waktu, informasi-informasi baru bermunculan baik dari hasil penelitian maupun dari laporan masyarakat setempat. Seperti contoh dibukanya lokasi titik pandang baru yang terkenal saat ini di kalangan wisatawan yaitu Puncak Tugu dan Pasir Ceuri.

Dengan adanya perkembangan data dan informasi tersebut, pihak Badan Pengelola Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu merasa perlu untuk menyusun kembali buku Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu. Seperti tahun sebelumnya, buku ini berisi informasi dan panduan lengkap seputar pengetahuan geopark dan karakteristik Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu. Pada buku yang terbit pada tahun 2016, keberagaman yang dibahas hanya terbatas pada 2 kecamatan saja. Namun, pada buku baru ini penyusun akan melengkapi oleh informasi dan data terbaru yang ada di 8 kecamatan.  Menurut Prof. Mega Fatimah Rosana, salah satu penulis buku, pada buku baru nanti juga akan ditambahkan informasi kegeologian yang lebih mendalam sesuai tema geologi yang telah diajukan kepada UNESCO Global Geopark. Informasi geologi ini sangat penting karena merupakan jiwa dari geopark itu sendiri, tambahnya.

Tim penyusun buku juga telah beberapa kali melaksakan kunjungan lapangan untuk mengumpulkan data-data terbaru. Buku baru ini diharapkan dapat dikemas dengan lebih menarik lagi dengan ditambahkannya foto-foto udara dan juga beberapa ilustrasi geologi yang membantu pemahaman pembaca terhadap kondisi keberagaman di Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu.

Oleh: Rinaldi Ikhram