Peran Sektor Bisnis dalam Pembangunan Geopark: Studi Kasus PT Bio Farma (Persero) dalam Pengembangan Ciletuh Geopark *)

Peran Sektor Bisnis dalam Pembangunan Geopark: Studi Kasus PT Bio Farma (Persero) dalam Pengembangan Ciletuh Geopark *)

Peran Sektor Bisnis dalam Pembangunan Geopark

Peran Sektor Bisnis dalam Pembangunan Geopark: Studi Kasus PT Bio Farma (Persero) dalam Pengembangan Ciletuh Geopark

Peran Sektor Bisnis dalam Pembangunan Geopark: Studi Kasus PT Bio Farma (Persero) dalam Pengembangan Ciletuh Geopark *)

H. Herry1, Z. Zain2, H. Samodra3

1PT Bio Farma (Persero), Divisi CSR, Bandung, Indonesia, 2Badan Geologi, Pusat Survey Geologi, Bandung, Indonesia

KataKunci: Pengembangan Masyarakat, Geopark Nasional Ciletuh, Sektor Bisnis, Bio Farma, Calon Geopark

Ciletuh Geopark terletak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia didirikan sebagai salah satu National Geoparks Indonesia pada 22 Desember 2015. Pencapaian ini tidak lepas dari peran Bio Farma, sebuah pra-kualifikasi WHO perusahaan biologi, dalam pengembangan wilayah. kompetensi Bio Farma dalam ilmu kehidupan tidak hanya terfokus pada pembuatan vaksin, tetapi juga dalam mengembangkan keberlanjutan sosial-ekonomi masyarakat. Berdasarkan prinsip ini, Bio Farma memiliki komitmen dalam pelaksanaan program Corporate Social Responsibility berdasarkan “menciptakan nilai bersama”.

Karena daerah Ciletuh terletak di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan sumber pendapatan ekonomi, program pengembangan masyarakat yang diperlukan di daerah ini untuk meningkatkan standar hidup. Program-program ini dilaksanakan bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di kawasan itu, diwadahi dalam sebuah institusi, Ciletuh Geopark Pembangunan Tim Koordinasi yang dibentuk oleh Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sukabumi. Tim ini berisi perwakilan dari Pemerintah, Akademisi, Masyarakat Lokal, dan Sektor Bisnis (Bio Farma).

Kegiatan program pengembangan masyarakat yang diselenggarakan oleh Bio Farma di 2013-2015 di Ciletuh Geopark ini termasuk memperkenalkan konsep geopark untuk masyarakat setempat; pengembangan kapasitas masyarakat lokal; pengadaan air bersih bagi masyarakat; pembinaan pemanduwisata lokal, pengelolaan homestay; pengembangan seni batik ramah lingkungan (The BatikPakidulan); pelestarian tanaman endemik, mangrove dan terumbu karang; dan memfasilitasi tenaga medis dan kesehatan layanan. Dari kegiatan-kegiatan tersebut, 40 rumah tangga, 2 homestay, dan 21 usaha mikro telah menjadi penerima pasokan air bersih. Di sektor pariwisata, 23 homestay sudah dikembangkan, dan ada 18 pemandu wisata yang telah mengalami peningkatan gaji sebesar 133% dibandingkan tahun 2013. Sebanyak 706 pengunjung datang ke Geopark Ciletuh sampai pertengahan 2015, meningkat 100 kali dibandingkan dengan tahun 2013.

Peran Sektor Bisnis dalam Pembangunan Geopark

Peran Sektor Bisnis dalam Pembangunan Geopark: Studi Kasus PT Bio Farma (Persero) dalam Pengembangan Ciletuh Geopark

*) Dipresentasikan di The 7th International Conference on UNESCO Global Geopark at The English Riviera UNESCO Global Geopark, September 2016