Potensi Geowisata di Kawasan Teluk Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat

Potensi Geowisata di Kawasan Teluk Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat

Adi Hardiyon1), Ildrem Syafri1), Mega F. Rosana1), Euis Y. Yuningsih1), Herry2), Suci Sarah Andriany3)
1)Laboratorium Petrologi dan Mineralogi, Fakultas Tenik Geologi, Universitas Padjadjaran
1)PT Biofarma, Indonesia
3)Mahasiswa Fakultas Tenik Geologi, Universitas Padjadjaran

 

ABSTRAK

Ciletuh menjadi Geopark lokal sejak Agustus 2014, dan sekarang menuju persiapan untuk menjadi Geopark Nasional. Geopark ini diusulkan oleh pemerintah daerah Sukabumi pada tahun 2014. Peninggalan geologi di dalam geopark ini adalah kemunculan komplek ofiolit sebagai fosil tektonik hasil subduksi antara lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia pada umur cretasius. Aktivitas tektonik membentuk bentuk geomorfologi yang dikenal sebagai amfiteater Ciletuh, dan juga bentukan unik hasil dari erosi air laut yang membentuk batuan sehingga terlihat menjadi bentukan unik seperti batunaga, batu kodok, batu kerbau dll. Terdapat juga konservasi penyu hijau dan binatang liar lainnya seperti elang laut, macan kumbang juga konservasi bunga raflesia, cantigi dan hutan mangrove untuk mendukung geopark Ciletuh. Geopark Ciletuh dapat dibagi menjadi empat komplek, yaitu Geoarea Tamanjaya, Geoarea Ciwaru-Gunung Badak, Geoarea Citisuk-Cikepuh dan Geoarea Citirem Ujunggenteng. Beberapa program geotrek dibuat untuk mengunjungi geoarea baik jalan darat maupun melalui laut dengan perahu, juga dibuat fasilitas pendukung seperti hotel, homestay, penunjuk jalan lokal dan papan petunjuk.

Kata kunci: Geopark, Ciletuh, Jawa Barat, Geo-area.