Potensi Warisan Geologi dan Geowisata Geopark Nasional Ciletuh, Jawa Barat

Potensi Warisan Geologi dan Geowisata Geopark Nasional Ciletuh, Jawa Barat

SARI

Kawasan Geopark Nasional Ciletuh yang secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Ciemas dan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Propinsi Jawa Barat memiliki keragaman geologi yang unik dan merupakan tempat tersingkapnya batuan tertua di Jawa Barat. Kawasan ini merupakan hasil dari tumbukan dua lempeng yang berbeda, yaitu: Lempeng Eurasia (lempeng benua) yang berkomposisi granit (asam), dan Lempeng Indo-Australia (lempeng samudera) yang berkomposisi basal (basa), yang menghasilkan batuan sedimen laut dalam (pelagic sediment), batuan metamorfik (batuan ubahan), dan batuan beku basa hingga ultra basa. Karena ciri khas geologinya yang tidak di temukan di tempat lain menjadikan Ciletuh sebagai Geopark (Taman Bumi) Nasional di Indonesia. Dalam menjalankan konsep Geopark tersebut, diperlukan suatu aktivitas penunjang penggerak aktivitas ekonomi yang berkelanjutan berupa geowisata. Geowisata merupakan suatu konsep wisata minat khusus yang berfokus pada edukasi geologi.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 proses: dimulai dengan studi literatur dari daerah penelitian, lalu melakukan penelitian lapangan sebagai langkah inventarisasi situs-situs geologi, dilanjutkan dengan analisis data untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan situs warisan geologi tersebut dengan teknik scoring. Hasil dari analisis tersebut digunakan dalam pembuatan jalur geotrek di kawasan Ciletuh dan penilaian pada aktivitas geowisata yang telah dijalankan. Sebanyak 29 situs geologi teridentifikasi dan diklasifikasikan dalam situs dengan nilai warisan geologi (Geoheritage) pada kualitas rendah hingga terkemuka. Penilaian ini didasarkan pada aspek catatan ilmiah (scientific record) dan fenomena geologi khusus atau fitur bentuk lahan yang cocok untuk tujuan pendidikan maupun penelitian.

Selanjutnya, situs-situs geologi ini dikelompokkan sesuai dengan pemaknaan dan bentukan geologinya, yaitu: batuan tua, geomorfologi, fosil, gua laut, batuan bentukan unik, air terjun, dan struktur sedimen sebagai bahan dasar dalam pembuatan jalur geotrek. Terdapat 3 Jalur Geotrek yang telah disesuaikan dengan jenis perjalanan dan situs – situs geologi yang memiliki keterkaitan, yaitu: The Magical of Ciletuh Amphitheater (Perjalanan berfokus untuk menikmati bentukan Mega Amfiteater Ciletuh), The Ciletuh Melange’s Journey (Perjalanan menyusuri batuan tertua di Jawa Barat), dan The Spectacular of Ciletuh Bay (Perjalanan jalur laut menikmati berbagai batuan beraneka bentuk yang ada di Teluk Ciletuh). Selain kegiatan geotrek yang diusulkan, kegiatan lain pendukung geowisata yang telah dijalankan di Geopark ini ialah: aktivitas Geo sightseeing di situs geomorfologi Panenjoan maupun Puncak Darma, aktivitas Geosport berupa paralayang dan snorkeling, serta Geofestival. Penilaian geowisata di Geopark Ciletuh menghasilkan angka 19 – 35 yang menunjukkan nilai sedang sampai baik untuk geowisata yang telah dijalankan dan harus ditingkatkan lebih baik untuk masa depan.

 

KataKunci: Warisan Geologi, Geowisata, Geotrek, Geopark Ciletuh, Jawa Barat