PROSESI MOCONG PADI DALAM RANGKAIAN GELARAN SEREN TAUN DI KASEPUHAN CIPTAGELAR DAN SEJARAHNYA

PROSESI MOCONG PADI DALAM RANGKAIAN GELARAN SEREN TAUN DI KASEPUHAN CIPTAGELAR DAN SEJARAHNYA

MOCONG PADI

Prosesi yang didokumentasikan adalah proses mocong pare. Mocong pare adalah mengikat padi menjadi pocong. Prosesi Mocong 2017, di sawah Rurukan Lebak Hariang hasil pocongan padi sejumlah 1764 pocong padi dan di Rurukan Legok wilayah Ciptarasa sejumlah 1664 pocong padi. Untuk tiap tahun pocong padi milik Abah/Kasepuhan (bukan jumlah pocong masyarakat pribadi) sejumlah lebih kurang 6000 s,d 8000 pocong padi.

Wilayah Kasepuhan Cipta Gelar tempat dilaksanakannya upacara sérén taun secara administrasi terletak di RT 02 RW 10 Dusun Sukamulya, Desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Rukun warga di Kasepuhan Cipta Gelar biasa disebut dengan dusun. Dusun dipimpin oleh kepala Rukun Warga juga disebut dengan sesepuh kampung atau kokolot lembur. Kasepuhan Cipta Gelar sendiri dipimpin oleh sesepuh girang. Sebelumnya  masyarakat Kampung Ciptagelar bermukim di wilayah Ciptarasa, kemudian pada tahun 2001, semua penduduk yang berjumlah 16.000 jiwa melakukan hijrah ke desa yang sekarang dinamakan Kampung Ciptagelar.

MOCONG PADI

Pengaruh arus budaya global berimplikasi, seperti munculnya industri budaya. Pemanfaatan upacara-upacara di Kasepuhan sebagai daya tarik wisata, hal seperti itu terjadi karena berbagai faktor yang mempengaruhi komodifikasi upacara, seperti halnya untuk pembangunan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelangsungan budaya tersebut. Walau tak sepenuhnya di modifikasi, ada beberapa rangkaian upacara yang memang masih orisinil dan sesuai dengan apa yang leluhur mereka ajarkan.

MOCONG PADI

Prosesi upacara adat pertanian padi di huma dan sawah masyarakat adat Ciptagelar dimulai padi ditanam hingga padi dipanen, maka terdapat berbagai macam ritual yang dilakukan yaitu: Ngaseuk, Sapangjadian Pare, Selamatan Pare Ngidam, Mapag Pare Beukah, Upacara Sawenan, Syukuran Mipit Pare, Nganyaran/Ngabukti dan Ponggokan.  Seren Taun sendiri adalah ritual terakhir dari proses tersebut, sebagai wujud syukur terhadap anugerah alam.

MOCONG PADI

Kondisi saat ini upacara yang dikomodifikasi adalah seren taun, meski di dalamnya masih terdapat upacara-upacara yang masih dijaga keasliannya. Seren taun adalah tahap penutup dalam upacara pertanian yang ditandai dengan memasukkan padi ke dalam lumbung yang diiringi upacara besar. Menyimpan padi ke dalam lumbung oleh warga Kasepuhan disebut ngadiukeun.

Oleh: Ilham Mochammad Saputra