Seminar Konservasi Institut Pertanian Bogor di Kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu

Seminar Konservasi Institut Pertanian Bogor di Kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu

Seminar Konservasi Institut Pertanian Bogor di Kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu

Minggu, 14 Mei 2017 lalu, sebuah komunitas dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Himavo Likista, mengadakan acara seminar dengan tema “Consevation” yang khusus diadakan di kawasan geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 30 orang lebih terdiri dari mahasiswa dari berbagai jurusan. Kegiatan seminar ini merupakan satu dari rangkaian acara seperti bersih-bersih pantai, penanaman ketapang, dan acara puncak yaitu pelepasan tukik di Pantai Pengumbahan.

Seminar Konservasi Institut Pertanian Bogor di Kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu

 

Acara seminar tersebut diadakan di sekretariat PAPSI di Desa Tamanjaya. Narasumber yang mengisi seminar ini diantaranya Prof. Ir. Mega Fatimah Rosana, M.Sc., P.hd., selaku ahli geologi dan geopark dari Universita Padjadjaran, Kiki Herdansyah dari Bio Farma selaku mitra geopark, dan Endang Sutisna sebagai Ketua Komunitas PAPSI.

Seminar Konservasi Institut Pertanian Bogor di Kawasan Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu

Dalam kesempatan itu, Ibu Profesor Mega memaparkan materi tentang konsep geopark dan profil Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu. Beliau menyampaikan bahwa konservasi adalah salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah geopark. Kegiatan kemahasiswaan seperti ini harus dapat dilaksanakan secara rutin dan lebih baik apabila institusi lain dapat mengadakan acara serupa.  Kemudian menurut Endang Sutisna atau yang biasa disapa Bapak Entis, masyarakat lokal Ciletuh juga harus memiliki kesadaran untuk menjaga alam sekitarnya dan karena alasan itulah komunitas PAPSI berdiri. Salah satu pilar penting dalam sebuah geopark adalah berlangsungnya kegiatan konservasi terhadap kekayaan alamnya. Konservasi harus diterapkan oleh setiap masyarakat ataupun pengunjung kawasan. Tentu keterlibatan institusi pendidikan juga berperan penting dalam pengembangan aspek konservasi, tuturnya.

Oleh: Rinaldi Ikhram