Simulasi asesor UNESCO

Simulasi asesor UNESCO

Simulasi asesor UNESCO

Saat ini, Geopark Nasional Ciletuh-Pallabuhanratu telah menjadi geopark di Indonesia yang diusulkan untuk masuk ke dalam UNESCO Global Geopark (UGG) atau jaringan geopark dunia. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus menggenjot persiapan, terlebih pada bulan April nanti diperkirakan tim asesor atau penilai dari UNESCO akan datang ke Geopark nasional Ciletuh-Pelabuhan Ratu untuk melakukan penilaian. Keputusan lolos atau tidaknya sendiri akan diumumkan pada tahun 2018.

Simulasi asesor UNESCOSimulasi asesor UNESCO

Ahmad Heryawan Sebagai Ketua Badan Pengelola GNCP mengatakan, “Karena ini mewakili Indonesia, kita sangat serius untuk menyiapkan karena tim Asesor UNESCO akan datang antara Bulan April atau Mei. Sejumlah persiapan seperti pemasangan rambu-rambu menuju geopark, jalan akses, pembangunan Tourism Information Center, gerbang masuk geopark dan fasilitas pendukung lainnya tengah dalam proses penyelesaian dan sebagian telah selesai”. “Mereka (UNESCO) sudah memberikan petunjuk kepada kita kalau mau lolos ya seperti ini yang harus dipersiapkan dan kita sudah tangkap semuanya, semua persyaratan yang diminta oleh UNESCO sudah dan sedang kita siapkan,” tambah Ahmad Heryawan.

Simulasi asesor UNESCOSimulasi asesor UNESCO

Setelah pengiriman berkas profil Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu (GNCP), Badan Pengelola GNCP. kembali bersiap untuk kedatangan tim penilaian UNESCO yang akan tiba pada tengah tahun ini. Ketua Harian Badan Pengelola Prof Deny Juanda Puradimaja mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk mempersiapkan segala aspeknya sebelum kedatangan tim penilaian. Merujuk pada apa yang dikatakan Ketua harian BP GNCP ada 13 Geosites yang menjadi unggulan dari Kawasan GNCP. Situs-situs unggulan yang terdiri dari keunggulan geo-diveristy, bio-diversity, dan culture-diversity yaitu: 1) Panenjoan, 2) Palangpang, 3)  Curug Awang, 4) Curug Cimarinjung, 5) Geyser Cisolok, 6) Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi, 7) Pantai Karang Hawu, 8) Tourist Information Center, 9) Tempat Pelelangan Ikan, 10) Pantai Pangumbahan, 11) Tambak Udang, 12) Pengrajin Gula, 13) Batik Purwasedar akan ditampilkan kepada tim penilai. Anggota Badan Pengelola GNCP dibagi tugas ke tiga geoarea yang dimiliki oleh kawasan ini untuk melihat dan menilai apa yang kurang dari geosite tersebut sehingga dapat diperbaiki lagi dan Kawasan Badan Pengelola GNCP semakin siap dalam menyambut kedatangan UNESCO.

Simulasi asesor UNESCOSimulasi asesor UNESCO

Oleh: Ilham Mochammad Saputra