Tradisi dan Kesenian

Calung DOK. DISPARBUD JABAR

Calung DOK. DISPARBUD JABAR

Tradisi atau adat kebiasaan masyarakat di kawasan geopark adalah penyelenggaraan upacara adat dan pertunjukan keseniaan serta seni beladiri. Jenis tradisi yang terdapat dan masih tumbuh di kawasan Ciletuh dan sekitarnya adalah cara bertani (tatanen), dan hajat laut. Sedangkan dari aspek keseniaan berupa cerita rakyat, permaninan rakyat dan seni musik serta tari tradisional; dan seni beladiri berupa pencak silat.

Tatanen atau tatacara bertanam padi sebagai makanan utama bagi di kawasan geopark masih dipengaruhi oleh adat Kasepuhan Ciptagelar. Aturan yang berlaku mulai dari pemilihan jenis padi yang ditanam, upacara saat menanam hingga upacara saat memanen padi.

Upacara adat “Pesta Laut” atau yang disebut oleh orang Sunda sebagai “Hajat Laut” biasanya diselenggarakan di daerah Jawa Barat, terutama di pantai selatan. Upacara ini merupakan upacara tradisional masyarakat nelayan pantai sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang melimpah dan sebagai permohonan keselamatan bagi nelayan.

Cerita rakyat merupakan cerita atau mitos yang berkembang dimasyarakat dan diyakini memiliki keterkaitan dengan kondisi alam di sekitar geopark. Seperti berbagai cerita legenda tentang curug-curug atau nama pulau dan batuan yang ada di dalam geopark, serta mitos tentang keberadaan Ratu Nyi Roro Kidul sebagai ratu penjaga pantai selatan.

Pencak silat DOK. DISPARBUD JABAR
Pencak silat DOK. DISPARBUD JABAR
Calung DOK. DISPARBUD JABAR
Calung DOK. DISPARBUD JABAR

Di kawasan Ciletuh dan sekitarnya terdapat permainan tradisional yang masih dimainkan oleh anak-anak. Beberapa permainan tersebut menggunakan peralatan sederhana yang terbuat dari bambu, kayu atau daun-daunan atau sisa kulit buah jeruk, diantara permainan tersebut tersebut adalah kokolécéran, wawayangan, kukudaan, ucing-ucingan, rorodaan, ulin upih, empét-émpetan, ulin cai, babalonan, sondah, sapintrong, jajangkungan dan égrang. Beberapa dari permainan anak-anak tersebut adakalanya dimainkan juga oleh orang dewasa, seperti jajangkungan dan égrang.

Ada beberapa kesenian daerah yang masih dipertahankan di Geoarea Ciletuh berupa seni musik, seni tari dan seni bela diri. Seni musik dan seni tari tradisional merupakan satu kesatuan yang saling mendukung satu sama lain, dimana peralatan musik yang digunakan umumnya terbuat dari bambu atau kayu yang dibuat sedemikian rupa menjadi alat kesenian, berupa alat musik, topeng maupun wayang golek. Pertunjukan kesenian yang sering ditampilkan dalam upacara hajat laut, festival Ciletuh atau upacara hari besar nasional, kesenian tersebut diantaranya: Gondang, Buncis, Angklung Geblug, Reog, Calung, Gendang Penca, Degung, Badawang, Kuda Lumping, Wayang Golek, serta seni beladiri Pencak Silat.